Palangka Raya, creatormedia.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menegaskan komitmennya dalam mendukung program nasional cetak sawah. Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menyampaikan bahwa kendala utama pelaksanaan program ini bukan pada ketersediaan lahan, melainkan keterbatasan sumber daya manusia (SDM) di sektor pertanian, Senin (2/2/2026).
“Dari target 30.000 hektare lahan cetak sawah, sekitar 17.000 hektare belum bisa digarap maksimal karena kekurangan tenaga kerja, khususnya pada tahap penanaman,” ujar Gubernur Agustiar.
Beliau menekankan perlunya perubahan pola pikir masyarakat agar lebih berminat terjun langsung ke sektor pertanian. “Artinya kita kekurangan orang, bukan kekurangan lahan. Sehingga perlu upaya serius untuk mengubah pola pikir masyarakat agar mau terlibat dalam program cetak sawah,” tambahnya.
Sebagai langkah strategis, Pemprov Kalteng meluncurkan program Satu Rumah Satu Sarjana setara strata satu (S-1). Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas SDM sekaligus menumbuhkan kesadaran akan peran strategis pertanian dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
Selain itu, Gubernur Agustiar mengingatkan agar masyarakat tidak hanya berorientasi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), melainkan juga melihat peluang besar di sektor produktif lain seperti pertanian. “Kita tidak ingin masyarakat hanya terpaku ingin menjadi ASN, tetapi memiliki wawasan, keterampilan, dan kemauan untuk mengelola potensi daerahnya sendiri,” tegasnya.
Dengan langkah ini, Pemprov Kalteng optimis program cetak sawah nasional dapat berjalan lebih optimal dan memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah.(Red)
