Palangka Raya, creatormedia.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) terus berkomitmen mempercantik wajah Ibu Kota Provinsi melalui pengembangan ruang publik yang modern, representatif, dan bernilai edukatif. Gubernur Kalteng, H. Agustiar Sabran, didampingi Kepala Dinas PUPR Kalteng Juni Gultom, meninjau langsung progres pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) eks Disnakertrans pada Jumat (26/1/2026).
RTH ini diproyeksikan menjadi ikon baru ruang publik Kota Palangka Raya. Kawasan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai taman kota, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial yang aman, ramah disabilitas, dan berkelanjutan, dengan tetap mengedepankan nilai sejarah.
Salah satu daya tarik utama adalah terowongan bawah tanah sedalam delapan meter yang menghubungkan RTH dengan Museum Perjuangan di kawasan Bundaran Besar. Fasilitas ini dirancang untuk memudahkan akses masyarakat sekaligus memperkuat fungsi kawasan sebagai ruang publik edukatif yang terintegrasi dengan situs sejarah.
“Pengembangan RTH ini bertujuan memperindah wajah kota, menghadirkan ruang publik yang fungsional, aman, dan berkelanjutan, tanpa meninggalkan nilai sejarah serta konsep tata kota modern,” ujar Gubernur Kalteng.
Selain taman utama dan jalur pedestrian, kawasan ini juga dilengkapi fasilitas parkir bawah tanah berkapasitas sekitar 500 unit sepeda motor dan 80 unit mobil, dengan sistem keamanan modern. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan kendaraan di sekitar Bundaran Besar serta meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Sebelumnya, RTH eks KONI telah rampung 100 persen dan memasuki tahap uji coba. Kedua RTH tersebut dirancang sebagai ruang publik terbuka yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, dengan memperhatikan aspek estetika, kelestarian lingkungan, dan harmonisasi tata kota Palangka Raya.
Pemprov Kalteng menargetkan kawasan RTH ini segera dibuka untuk masyarakat setelah seluruh proses pembangunan dan penataan selesai. Kehadirannya diharapkan memperkuat citra Palangka Raya sebagai kota hijau yang humanis, modern, dan berwawasan sejarah, sekaligus menjadi pusat aktivitas warga serta destinasi wisata edukatif di jantung ibu kota provinsi.(Red)
