Palangka Raya, creatormedia.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah melalui Ketua Komisi III, Sugiyarto, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan sekolah gratis yang digagas Dinas Pendidikan. Ia menegaskan, keberhasilan program ini hanya dapat dicapai melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
Menurut Sugiyarto, pendidikan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah. Pemerintah daerah, orang tua murid, tenaga pendidik, hingga dunia usaha diharapkan berperan aktif dalam mendukung program tersebut. “Pihak-pihak yang memiliki kelebihan dapat memberikan subsidi silang kepada masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, sehingga manfaat sekolah gratis benar-benar dirasakan,” ujarnya, Selasa (27/1/2026).
Legislator dari Daerah Pemilihan III (Kabupaten Lamandau, Kotawaringin Timur, dan Sukamara) menekankan pentingnya skema subsidi silang, terutama bagi daerah pedalaman yang masih menghadapi keterbatasan. Ia juga menyoroti minimnya jumlah guru berkompetensi sesuai kebutuhan, serta perlunya koordinasi antara komite sekolah, kepala sekolah, pengawas, dan Dinas Pendidikan.
Selain itu, Sugiyarto mendorong pemerataan pemanfaatan teknologi pendidikan. Guru di pedesaan perlu ditingkatkan kapasitasnya melalui pelatihan dan pengembangan kompetensi agar mampu mengikuti perkembangan teknologi. Ia juga menekankan perlunya perhatian terhadap infrastruktur sekolah, mengingat banyak bangunan yang sudah berusia lebih dari dua dekade dan membutuhkan rehabilitasi.
“Optimalisasi teknologi harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Ada empat hal utama yang perlu didorong: subsidi silang, peningkatan kompetensi guru, pemerataan teknologi, dan perbaikan infrastruktur. Dengan semangat bersama, penurunan anggaran daerah tidak akan terlalu berpengaruh besar terhadap keberhasilan program sekolah gratis,” pungkasnya.(Red)
