Buntok, creatormedia.id – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan menegaskan komitmen untuk meningkatkan disiplin dalam pengelolaan anggaran pembangunan di tengah keterbatasan fiskal daerah. Hal ini disampaikan Bupati Barito Selatan, Eddy Raya Samsuri, saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Dusun Selatan, Jumat (6/2/2026).
Kegiatan Musrenbang yang berlangsung di aula kecamatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Khristianto Yudha, Penjabat Sekda Ita Minarni, jajaran DPRD, kepala OPD, camat, lurah, kepala desa, serta pemangku kepentingan lainnya. Acara juga dirangkai dengan peresmian Aula Kecamatan Dusun Selatan sebagai sarana pendukung pelayanan pemerintahan dan kegiatan kemasyarakatan.
Dalam sambutannya, Bupati Eddy Raya Samsuri menekankan bahwa perjalanan dinas yang tidak prioritas harus dikurangi agar anggaran lebih efektif. Penurunan Dana Bagi Hasil (DBH), Transfer ke Daerah (TKD), dan Dana Desa berdampak langsung pada kapasitas keuangan daerah, sehingga diperlukan pengendalian belanja yang tidak mendesak.
“Musrenbang Kecamatan merupakan tahapan strategis dalam menyerap aspirasi masyarakat desa dan kelurahan. Forum ini menentukan arah prioritas pembangunan yang realistis, berbasis kebutuhan riil masyarakat,” ujar Bupati Eddy Raya Samsuri.
Camat Dusun Selatan, Achmad Mutahir, menambahkan bahwa Musrenbang menjadi sarana sinkronisasi antara usulan pembangunan dengan kemampuan anggaran daerah. Semua usulan harus disesuaikan dengan skala prioritas dan manfaatnya bagi masyarakat.
“Musrenbang adalah ruang kolaborasi antar pemangku kepentingan. Kebersamaan menjadi kunci menyusun program yang tepat sasaran, dengan mengutamakan program yang berdampak langsung bagi masyarakat,” tutupnya.
Dengan langkah efisiensi dan disiplin belanja, Pemkab Barito Selatan berharap pembangunan daerah tetap berjalan optimal, meski menghadapi keterbatasan fiskal.(Red)
