Palangka Raya, creatormedia.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Ketahanan Pangan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah titik strategis, termasuk Pasar Besar, Pasar Kahayan, distributor dan pengecer LPG, serta Gudang Bulog Palangka Raya. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan pangan dan menjaga stabilitas harga menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Sidak dipimpin oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, didampingi Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalteng Agus Candra, serta perwakilan lintas sektor seperti Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Perum Bulog, Polda Kalteng, dan Pangdam.
Dalam pemantauan di Gudang Bulog, stok pangan dipastikan aman untuk empat hingga enam bulan ke depan. Stok beras medium di pedagang besar juga terpantau cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Ramadhan. Namun, terdapat catatan khusus terkait kenaikan harga cabai rawit dan cabai merah yang mencapai Rp100.000–Rp120.000 per kilogram. Selain itu, harga LPG 3 kilogram di tingkat pengecer masih tinggi, berkisar Rp35.000–Rp38.000 di wilayah kota, bahkan mencapai Rp50.000–Rp60.000 di daerah pedalaman.
“Pemerintah Provinsi mendorong kabupaten/kota untuk menciptakan inovasi kebijakan penetapan harga di tingkat pengecer dengan mempertimbangkan jarak angkut dari pangkalan. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aksi borong atau panic buying, serta tetap berbelanja sesuai kebutuhan,” tegas Yuas Elko, Kamis (5/2/2026).
Sebagai langkah antisipasi, TPID Provinsi Kalteng akan menggelar pasar murah atau pasar penyeimbang guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Plt. Kadis Ketahanan Pangan Agus Candra menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan terhadap pangan segar maupun komoditas lain yang diatur lintas instansi, serta memastikan suplai pangan dari dalam maupun luar pulau tetap terjaga.
“Menjelang awal Ramadhan biasanya terjadi fluktuasi harga, namun kondisi tersebut wajar dan cenderung stabil kembali setelah satu minggu. Kami akan memastikan menjelang Idulfitri maupun hari besar keagamaan lainnya, harga tetap terkendali dan tidak melonjak signifikan,” tutup Agus Candra.(Red)
