Kuala Pembuang, creatormedia.id – Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Seruyan, Sukardi, S.E., mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang diselenggarakan secara virtual oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Asisten Setda Kabupaten Seruyan dan diikuti oleh pemerintah daerah se-Indonesia, Senin (15/6/2026).
Rakor dipimpin langsung oleh Kemendagri bersama kementerian dan lembaga terkait, dengan agenda memperkuat sinergi pengendalian inflasi di daerah. Beberapa poin penting yang dibahas antara lain langkah konkret pengendalian inflasi tahun 2026, dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan nonton bareng Piala Dunia FIFA 2026, serta penandatanganan Surat Edaran Bersama tentang Sinergi Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Usai rakor, Sukardi menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Seruyan dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan bahan pokok. Berdasarkan laporan Indeks Perkembangan Harga (IPH) Minggu Kedua Juni 2026, Kabupaten Seruyan mencatat angka 2,58. Komoditas yang paling berpengaruh terhadap perkembangan harga adalah cabai rawit (1,201), cabai merah (1,0215), dan bawang merah (0,482). Sementara itu, bawang merah tercatat sebagai komoditas dengan fluktuasi harga tertinggi pada minggu berjalan dengan nilai perubahan sebesar 0,0937.
Melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pemerintah akan terus melakukan pemantauan harga, koordinasi lintas sektor, serta langkah antisipatif untuk menjaga keterjangkauan harga dan daya beli masyarakat. “Kami akan terus mengoptimalkan upaya pengendalian inflasi agar kondisi ekonomi daerah tetap stabil dan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” ujar Sukardi.
Dengan koordinasi berkelanjutan antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan pengendalian inflasi dapat berjalan efektif, mendukung pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Seruyan.(Red)
