Palangka Raya, creatormedia.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional yang berlangsung di halaman aula Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalteng, Jl. Willem AS No.09 Palangka Raya, Jum’at (13/2/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko, serta jajaran lintas sektor seperti Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan, Polda Kalteng, TNI AD, Dinas Kelautan dan Perikanan, Inspektorat Provinsi, Perum Bulog Kanwil Kalteng, dan mitra lainnya.
Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Prov. Kalteng, Agus Candra, menegaskan bahwa pelaksanaan GPM merupakan instruksi langsung Gubernur dan Wakil Gubernur sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan 1447 H.
“Kegiatan ini adalah intervensi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat. Dengan adanya GPM, masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau,” ujar Yuas Elko.
Harga pangan yang ditawarkan dalam GPM jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar. Misalnya, beras premium 5 kg dijual Rp59.000, beras SPHP 5 kg Rp58.000, gula konsumsi Rp15.000/kg, bawang merah Rp32.000/kg, bawang putih Rp30.000/kg, minyak goreng Rp17.000/liter, telur ayam ras Rp50.000/rak, serta berbagai produk UMKM, sayuran segar, ikan, dan frozen food.
Pelaksanaan GPM kali ini digelar serentak di sembilan kabupaten/kota, termasuk Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Seruyan, Sukamara, Katingan, dan Kota Palangka Raya. Daerah lainnya dijadwalkan menyusul dalam bulan yang sama.
Pemprov Kalteng memastikan ketersediaan stok pangan aman menjelang Ramadan, dengan cadangan sekitar 14.706 ton beras yang diperkirakan cukup hingga enam bulan ke depan. Melalui GPM serentak ini, diharapkan tekanan inflasi dapat dikendalikan serta masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di tengah meningkatnya permintaan.(Red)
