Tamiang Layang, creatormedia.id – Pemerintah Kabupaten Barito Timur menegaskan komitmennya dalam mendukung program nasional menuju Indonesia Emas 2045 melalui percepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (26/2/2026).
Hingga 23 Februari 2026, sebanyak 13.361 penerima manfaat telah terlayani melalui lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di sejumlah kecamatan.
Berdasarkan laporan pelaksanaan MBG Tahun 2026, total sasaran penerima manfaat di Kabupaten Barito Timur mencapai 32.907 orang, meliputi PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SLB, pondok pesantren, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Saat ini masih terdapat 19.546 calon penerima manfaat yang belum terlayani dan menjadi fokus percepatan pemerintah daerah.
Program MBG di Barito Timur resmi dimulai pada 16 Juni 2025 di Kecamatan Dusun Timur, setelah sebelumnya dilakukan uji coba pada 25 Februari 2025 di enam sekolah di Kecamatan Dusun Tengah dengan melibatkan Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) Kalimantan Tengah untuk 500 siswa. Uji coba tersebut memastikan kesiapan pasokan bahan pangan, proses produksi sesuai Juknis Badan Gizi Nasional (BGN), hingga distribusi makanan.
Saat ini, lima dapur MBG yang telah beroperasi melayani penerima manfaat, yakni:
- SPPG Ampah Dusun Tengah #001 dan #002
- SPPG Matabu Dusun Timur
- SPPG Tamiang Layang Dusun Timur
- SPPG Benua Lima Pasar Panas
Selain itu, tiga dapur tambahan sedang dalam tahap pembangunan dengan rencana menjangkau 3.777 penerima manfaat baru. Jika seluruh dapur beroperasi, total layanan diproyeksikan mencapai 17.138 penerima manfaat.
Dari sisi cakupan sekolah, hingga 23 Februari 2026 sebanyak 125 sekolah (29%) telah terlayani dari total 438 sekolah di Barito Timur. Angka ini meningkat dari 112 sekolah (26%) pada 21 Desember 2025. Meski demikian, masih terdapat 313 sekolah (71%) yang belum mendapatkan layanan MBG.
Pemerintah daerah juga mendorong keterlibatan UMKM dan Koperasi Merah Putih di sekitar dapur untuk memasok bahan pangan lokal. Namun, pelaksanaan program masih menghadapi sejumlah kendala, di antaranya keterbatasan pasokan bahan pangan di pasar lokal, ketergantungan suplai dari luar daerah, tantangan geografis, serta keterbatasan infrastruktur sesuai standar Juknis BGN.
Dengan berbagai tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Barito Timur menegaskan komitmennya untuk terus memperluas cakupan layanan MBG secara bertahap dan terukur, agar seluruh sasaran penerima manfaat dapat terlayani secara optimal dalam mendukung peningkatan kualitas gizi dan sumber daya manusia daerah.(Red)
