“Penggunaan mesin EDC bertujuan memastikan setiap transaksi tercatat dalam sistem. Dengan begitu, pemantauan dan pengawasan penyaluran bantuan di lapangan dapat dilakukan secara lebih efektif,” ujar Rangga Lesmana. Ia menambahkan bahwa fitur pemindaian kartu pada mesin EDC menjamin validitas penerima bantuan, sekaligus meminimalkan risiko kesalahan distribusi.
Rangga memaparkan bahwa mesin EDC dilengkapi dengan kemampuan menampilkan jenis bantuan, mencairkan dana, mencatat log transaksi, hingga memblokir kartu bila diperlukan. “Dengan pencatatan digital, penyaluran menjadi lebih akuntabel dan masyarakat penerima manfaat dapat merasa lebih tenang karena prosesnya jelas dan terverifikasi,” imbuhnya.
Program KHBS sendiri menyasar 279.434 Keluarga Penerima Manfaat di 13 kabupaten dan 1 kota di Kalimantan Tengah. Bantuan diberikan dalam bentuk paket pangan senilai Rp150.000 (beras premium 5 kg, minyak goreng 1 liter, gula putih 1 kg) serta bantuan tunai Rp250.000, yang disalurkan melalui Perum BULOG dan Bank Kalteng.
Melalui penerapan teknologi EDC, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap penyaluran KHBS dapat berjalan lebih efisien, tepat sasaran, dan bebas dari praktik yang merugikan masyarakat. Rangga menekankan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan relawan yang mengawal pelaksanaan di lapangan.(Red)
