Kuala Pembuang, creatormedia.id – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Seruyan, dr. Bahrun Abbas, M.P.H., mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Mingguan yang digelar secara daring dan dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Rabu (18/2/2026). Rakor ini diikuti oleh seluruh pemerintah daerah sebagai langkah strategis menjaga stabilitas harga di masing-masing wilayah.
Dalam pemaparan Rakor, disampaikan bahwa inflasi nasional Januari 2026 tercatat sebesar 3,55 persen, dengan target berada pada kisaran 1,5–3,5 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Provinsi Aceh sebesar 6,69 persen, sedangkan terendah di Provinsi Kepulauan Riau sebesar 1,9 persen. Sejumlah komoditas seperti cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, dan daging sapi menjadi penyumbang utama kenaikan harga di berbagai daerah.
Pemerintah pusat menekankan enam langkah konkret pengendalian inflasi yang perlu dioptimalkan oleh pemerintah daerah, yaitu:
- Operasi pasar murah
- Sidak pasar dan distributor
- Kerja sama antar daerah penghasil
- Gerakan menanam
- Realisasi Belanja Tidak Terduga (BTT)
- Dukungan transportasi melalui APBD
Intervensi stabilitas harga difokuskan pada komoditas yang mengalami kenaikan selama dua minggu berturut-turut.
Untuk Kabupaten Seruyan, Indeks Perkembangan Harga (IPH) Minggu II Februari 2026 tercatat sebesar 0,55. Komoditas utama penyumbang kenaikan harga di daerah adalah cabai rawit, daging ayam, dan minyak goreng. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Seruyan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengendalian inflasi guna menjaga daya beli dan kesejahteraan masyarakat.
“Melalui Rakor ini, Pemerintah Kabupaten Seruyan berkomitmen menjalankan langkah-langkah pengendalian inflasi secara konsisten, sehingga stabilitas harga dapat terjaga dan masyarakat tetap terlindungi,” ujar Pj. Sekretaris Daerah Seruyan, dr. Bahrun Abbas, M.P.H.(Red)
